Gambaran Tingkat Depresipasien Diabetes Mellitus di Kabupaten Kendal

  • Livana PH STIKes Kendal, Jawa Tengah
  • Indah Permata Sari Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
  • Hermanto Hermanto Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang bersifat menahun, berhubungan dengan suatu sistem dalam tubuh, disebabkan oleh berbagai faktor, yang ditandai dengan hiperglikemia dan hiperlipidemia, akibat kurangnya sekresi atau ketidak efektifan insulin yang telah disekresi oleh pankreas.  Pasien Diabetes Mellitus harus melakukan terapi pengelolaan farmakologis dan non farmakologis untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mengontrol kestabilan kadar gula darahnya.  Terapi tersebut dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis bagi pasien DM.  Dampak psikologis yang dapat dirasakan oleh pasien Diabetes Mellitus adalah depresi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada pasien Diabetes Mellitus di wilayah dokter keluarga Djazariyah Kabupaten Kendal.  Metode deskriptif kuantitatif.  Alat ukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stres Scale yang terdiri dari 42 pertanyaan.  Sampel penelitian berjumlah 37 responden.  Sebagian besar pasien Diabetes Mellitus normal atau tidak mengalami depresi.  Peneliti memberikan saran bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stres Scale yang telah dimodifikasi agar mempermudah responden dalam menjawab.

References

Baradero, M., Dayrid, M.W & Siswadi, Y. (2009). Pasien gangguan endokrin. Jakarta: EGC.
Coffman, M.J. (2008). Effects of tangible social support and depression on diabetes self-efficacy. Journal of Gerontological Nursing.
Fattah, Nanang. (2006). Ekonomi dan pembiayaan pendidikan. Bandung: Remaja Posdakarya.
Global report on diabetes mellitus. (2016). WHO Library Cataloguing-in-Pulication Data. World Health Organization.
Gonzales, J.S., Peyrot, M., McCarl, L.A., Collins, E.M., Serpa, L., Mimiaga, M.J., Safrien, S.A. (2008). Depression and diabetes treatment nonadherence: a meta-analysis. http://care.diabetesjournals.org (Diakses pada tanggal 19 Desember 2016).
Hartono, R (2012), Hubungan asupan serat larut (soluble dietary fiber) dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe II pasien rawat jalan di RSUD Dr. Rubini Mempawah Kalimantan Barat.http://old.fk.ub.ac.id. (Diakses pada tanggal 4 Februari 2017).
Hasanuddin, Kristofel, Mahatrisni, Winasis & Satrio (2011). Anxieties/desires: 90 insights for marketing to youth, women, netizen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Izzati, Wisnatul & Nirmala. (2015). Hubungan tingkat stres dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad Bukittinggi. STIKes Yarsi Sumatera Barat Bukittinggi. http://ejournal.stikesyarsi.ac.id. (Diakses pada tanggal 25 November 2016).
Kristiana, F. (2012). Awas pankreas rusak penyebab diabetes. Jakarta: Cerdas Sehat.
Perkeni. (2011). Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes mellitus 2 di Indonesia. Jakarta.
Ramadhanisa, Aqsha, Larasati dan Mayasari (2013). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar HbA1c pasien diabetes melitus tipe II di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung. Http//httpjuke.kedokteran.unila.ac.id. (Diakses pada tanggal 5 Februari 2017).
Rfyy, C.D. & Singer, B.H. (2006). Best news yet on the six-factor model of well being. Social Science Research.
Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2013. http://www.depkes.go.id. (Diakses pada tanggal 24 September 2016).
Sari, Susanti & Sukmawati. (2014). Peran keluarga dalam merawat pasien diabetik di rumah. Jurnal Ners LENTERA.
Sari, R. M., Thobari, J.A., & Andayani, M. T. (2011). Evaluasi kualitas hidup pasien DM tipe 2 yang diterapi rawat jalan dengan anti diabetik oral di RSUP dr. sardjito. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi. http://jmpf.farmasi.ugm.ac.id. (Diakses pada tanggal 7 Januari 2017).
Semiardji, G. (2009). Stres emosional pada penyandang diabetes. Penatalaksanaan diabetes melitus terpadu edisi kedua. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Sunjaya, I. N. (2009). Pola konsumsi makanan tradisional Bali sebagai faktor risiko diabetes melitus tipe 2 di Tabanan. Jurnal Skala Husada.
Suiraoka I, P, (2012). Penyakit degeneratif, mengenal, mencegah, mengurangi risiko 9 penyakit degeneratif. Yogyakarta: Nuha Medika.
Sutedjo. (2010). 5 strategi penderita diabetes mellitus berusia panjang. Yogyakarta: Kanisius.
Tamara, Bayhakki & Nauli (2014). Hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe II di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.
Tandra, Hans. (2008). Segala sesuatu yang harus anda ketahui tentang diabetes: Panduan lengkap mengenal dan mengatasi diabetes dengan cepat dan mudah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Taylor, C (2008). Gula darah dan menopause kenali tanda awal ketidakseimbangan menopause. http://ezinearticles.com. (Diakses pada tanggal 7 Januari 2017).
Trisnawati, S., Setyorogo, S., (2013). Faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan.
Yusra, Aini. (2010). Hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta. Tesis. www.lontar.ui.ac.id. (Diakses pada tanggal 7 Januari 2017).
Zainuddin, Wasisto & Herlina. (2015). Hubungan stres dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2. http://download.portalgaruda.org. (Diakses pada tanggal 7 Januari 2017).
Published
2019-01-02
How to Cite
PH, Livana; SARI, Indah Permata; HERMANTO, Hermanto. Gambaran Tingkat Depresipasien Diabetes Mellitus di Kabupaten Kendal. Jurnal Kesehatan, [S.l.], v. 11, n. 2, p. 48-57, jan. 2019. ISSN 2597-7520. Available at: <http://ejournal.poltekkesternate.ac.id/ojs/index.php/juke/article/view/86>. Date accessed: 12 nov. 2019.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.