Analisis Program Dots Untuk Menurunkan Kasus Tuberculosis Di Sekitar Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat

Authors

  • Nurul Ihsan Fawzi Alam Sehat Lestari

Keywords:

DOTS, Tuberculosis, Gunung Palung, Alam Sehat Lestari

Abstract

Metode pengobatan penyakit tuberculosis (TB) menggunakan metode Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) merupakan strategi rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia PBB untuk penyembuhan penyakit TB. Penelitian ini menganalisis 725 pasien TB yang menjadi pasien terdaftar yang disupervisi oleh Pengawas Minum Obat (PMO) binaan Klinik ASRI. Klinik ASRI merupakan salah satu program dari Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) yang berpartner dengan Health in Harmony untuk meningkatkan kesehatan manusia dan kelestarian alam. Dari penelitian ini, terlihat bahwa keberhasilan program DOTS yang disupervisi oleh PMO adalah sebesar 86,2% dengan tingkat kegagalan program sebesar 5%. Sebanyak 5,3% pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi karena memiliki penyakit komplikasi. Angka kematian dalam program ini adalah sebesar 3,4%. Untuk mencapai keberhasilan tersebut, dibutuhkan biaya Rp 1.764.705,00 per pasien TB dengan pendampingan PMO yang dilakukan oleh Klinik ASRI. Biaya ini lebih tinggi dari rata-rata global yang hanya Rp 560.000,00. Faktor utama yang berpengaruh adalah persepsi masyarakat dan akses lokasi yang jauh dari fasilitas kesehatan.

References

Amira DA, I., Hendrawati and Senjaya, S. (2018), “Hubungan Antara Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Keberhasilan Pengobatan Penderita Tuberculosis Paru di Purskesmas Tarogong Garut”, Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, Vol. 18 No. 2, pp. 178–184.

Daley, C.L. (2019), “The Global Fight Against Tuberculosis”, Thoracic Surgery Clinics, Elsevier, Vol. 29 No. 1, pp. 19–25.

Kemenkes RI. (2011), Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2018), “Pusat Data dan Informasi Tuberkulosis”, InfoDATIN, available at:https://doi.org/2442-7659.

Sari, I.D., Mubasyiroh, R. and Supardi, S. (2016), “Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Berobat pada Pasien TB Paru yang Rawat Jalan di Jakarta Tahun 2014”, Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, Vol. 26 No. 4, pp. 243–248.

Shetty, P. (2009), “Kinari Webb: saving lives and saving rainforests”, The Lancet, Elsevier Ltd, Vol. 374 No. 9705, p. 1882.

Suharyo. (2013), “Determinasi Penyakit Tuberkulosis Di Daerah Pedesaan”, Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 9 No. 1, pp. 85–91.

WHO. (2008), Global Tuberculosis Control : Surveillance, Planning, Financing: WHO Report 2008, World Health Organization, available at:https://doi.org/ISBN 978 92 4 156354 3.

WHO. (2018), WHO Global Tuberculosis Report 2018, Pharmacological Reports, available at:https://doi.org/10.1016/j.pharep.2017.02.021.

WHO. (2019), “WHO | Tuberculosis country profiles”, WHO, World Health Organization, available at: https://www.who.int/tb/country/data/profiles/en/ (accessed 25 April 2019).

Published

2020-02-13