Penyelidikan Kejadian Luar Biasa Keracunan Permen Jari (Studi Kasus pada Sekolah Dasar di Kota Denpasar, Bali, Indonesia)

Authors

  • Luh Pitriyanti Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang

DOI:

https://doi.org/10.32763/jurnal%20kesehatan.v13i1.171

Keywords:

Penyelidikan Kasus Luar Biasa; Sekolah Dasar; Permen Jari;

Abstract

Kejadian luar biasa (KLB) akibat keracunan makanan masih sering terjadi di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah akibat dari jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan KLB yang terjadi di salah satu sekolah dasar di Denpasar, Bali. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan KLB yang terjadi di salah satu sekolah dasar di Denpasar, Bali, berdasarkan adanya laporan lima siswa sekolah dasar yang mengalami gejala keraacunan yang sama pada tanggal 24 Oktober 2016. Wawancara dilakukan dengan petugas surveilans Dinas Kesehatan Kota Denpasar, petugas surveilans Puskesmas, guru, murid dan penjual permen jari yang dicurigai sebagai penyebab terjadinya keracunan makanan. Gejala keracunan yang dialami kelima siswa adalah pusing dan mual, namun gejala mual paling berat dialami oleh siswa yang mengonsumsi permen jari dengan jumlah paling banyak dibandingkan siswa yang lain. Selang waktu dari mengonsumsi permen jari hingga timbulnya gejala adalah berkisar 20 hingga 35 menit. Berdasarkan hasil wawancara demgan kelima siswa, mereka mengonsumsi makanan yang bervariasi di kantin sekolah dan di rumah sebelum mengonsumsi permen jari. Dari berbagai jenis makanan tersebut hanya permen jari yang dikonsumsi oleh kelima siswa pada waktu yang sama. Berdasarkan wawancara dengan siswa lain pada sekolah yang sama menunjukkan terdapat riwayat (2-4 minggu sebelumnya) situasi yang sama dialami 3 dari 7 siswa yang mengonsumsi permen jari dengan merk yang sama. Kasus ini tidak dietahui atau tidak dilaporkan pada guru. Berdasarkan hasil uji laboratorium, permen jari yang dikonsumsi siswa mengandung bahan berhaya formalin sebesar 12,28 ppm yang tidak boleh ada pada makanan. Permen jari mengandung bahan berbahaya yaitu formalin. Sekolah dengan Puskesmas dan dinas kesehatan kota harus memiliki sistem pemantauan untuk mengendalikan makanan yang dijual di wilayah sekolah dan secara intensif melakukan kontak dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk melakukan pemeriksaan makanan, sesuai permintaan dan secara rutin.

References

BPOM RI. (2008). Informasi Penanganan Bahan berbahaya Formalin (Larutan Formaldelhid). Jakarta.

BPOM RI. (2012). Laporan Tahunan 2011. Jakarta.

BPOM RI. (2015). Laporan Kinerja Badan POM Tahun 2014. Jakarta.

BPOM RI. (2016). Penjelasan Badan POM Terkait Isu permen Jari Mengandung Narkoba. Retrieved from https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/330/Penjelasan-Badan-POM-Terkait-Isu-Produk-Permen-Jari-Mengandung-Narkoba.html

Farmashinta. (2012). Faktor Risiko Keracunan Makanan Dari Analisa Kasus Yang Dirawat Di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Cibinong Kabupaten Bogor Jawa Barat Tahun 2008-2012. Universitas Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2009). Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Menular dan Keracunan. Jakarta.

Kemenkes. (2015). Situasi Pangan Jajanan Anak Sekolah. Jakarta.

Kemenkes. (2018). Bahan Ajar Teknologi Laboratorium Medik (Toksikologi Klinik). (M. Rahayu & M. F. Solihat, Eds.). Jakarta.

Published

2020-05-06