Penerapan Posisi Head Up 30° Pada Pasien Cedera Kepala Post Kraniotomi di Ruang Intensive Care Unit
Abstract
Latar belakang: Cedera kepala pasca kraniotomi berisiko mengalami edema serebral dan peningkatan tekanan intrakranial yang dapat memperburuk kondisi neurologis. Posisi head up 30° merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk meningkatkan aliran balik vena serebral dan membantu menstabilkan tekanan intrakranial, sehingga berperan penting dalam pemulihan pasien. Tujuan: Mengetahui efektivitas posisi head up 30° dalam menstabilkan tekanan intrakranial pada pasien cedera kepala pasca -kraniotomi. Metode: Studi ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan laporan kasus pada satu pasien cedera kepala post kraniotomi yang di rawat di ICU. Intervensi berupa posisi head up 30° diterapkan seten selama 3 hari pada setiap shift. Observasi dilakukan tujuh kali setiap 15 menit pada setiap shift, meliputi status neurologis (GCS, ukuran pupil, refleks cahaya, muntah proyektil, kejang, kesadaran) dan status hemodinamik (tekanan darah, MAP, nadi, pernapasan, SpO2, suhu). Hasil: Sebelum intervensi posisi head up 30°, pasien memiliki tekanan darah 163/60 mmHg dan MAP 102 mmHg. Setelah intervensi diberikan secara konsisten selama 3 hari, tekanan darah menurun menjadi 140/57 mmHg dan MAP menjadi 79 mmHg, dengan saturasi oksigen tetap stabil pada kisaran 99–100%. Status neurologis tidak menunjukkan perubahan bermakna, ditandai dengan kesadaran tetap sopor (GCS E1M4VT), pupil 2/2 mm dengan refleks cahaya positif bilateral, serta tidak ditemukan muntah proyektil maupun kejang. Kesimpulan Penerapan posisi head up 30° selama 3 hari membantu mempertahankan stabilitas status neurologis dan hemodinamik pada pasien pasca kraniotomi, yang ditunjukkan oleh tidak adanya perburukan neurologis serta tercapainya kestabilan tekanan darah, MAP, dan saturasi oksigen selama masa observasi.