Hubungan Persepsi Ketersediaan Lahan Dan Sikap Masyarakat Dengan Kebiasaan Membakar Sampah: Studi Potong Lintang
Abstract
Pembakaran sampah rumah tangga merupakan praktik pengelolaan limbah yang berisiko karena dapat menghasilkan partikulat halus, karbon hitam, dioksin, furan, dan polutan toksik lain. Kebiasaan ini dipengaruhi oleh faktor pemungkin dan predisposisi, termasuk persepsi ketersediaan lahan serta sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah tanpa bakar. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan persepsi ketersediaan lahan dan sikap masyarakat dengan kebiasaan membakar sampah. Desain penelitian adalah potong lintang dengan data primer dari 150 responden rumah tangga. Variabel independen meliputi persepsi ketersediaan lahan dan sikap masyarakat, sedangkan variabel dependen adalah kebiasaan membakar sampah. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, odds ratio (OR), dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 58,7% responden memiliki kebiasaan membakar sampah. Responden yang mempersepsikan lahan tidak tersedia lebih banyak membakar sampah (77,8%) dibandingkan responden yang mempersepsikan lahan tersedia (30,0%), dengan p<0,001 dan OR=8,17. Responden dengan sikap kurang mendukung juga lebih banyak membakar sampah (80,5%) dibandingkan responden dengan sikap mendukung (32,4%), dengan p<0,001 dan OR=8,63. Disimpulkan bahwa persepsi ketersediaan lahan dan sikap masyarakat berhubungan signifikan dengan kebiasaan membakar sampah. Intervensi perlu memadukan edukasi risiko, penguatan sikap, dan penyediaan alternatif pengelolaan sampah sesuai keterbatasan lahan rumah tangga
Full text article
Generated from XML file
Authors
Copyright and license info is not available