Pengaruh Kondisi Penyimpanan terhadap Nilai Gizi SIKA
Abstract
Masyarakat Kota Ternate lebih banyak mengonsumsi sagu lempeng yang terbuat dari ubi kayu. Ubi kayu merupakan salah bahan pangan pengganti beras yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Ikan merupakan salah satu sumber pangan protein yang banyak dikonsumsi masyarakat Kota Ternate. Ikan yang sering di konsumsi adalah ikan pelagis kecil dan besar. Ikan cakalang merupakan salah satu jenis ikan pelagis besar yang mendominasi hasil tangkapan nelayan di Kota Ternate. Ikan cakalang memiliki kandungan protein sebesar 19,6gram per 100gram bahan. Makanan darurat bencana harus memiliki memenuhi beberapa persyaratan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penyimpanan terhadap nilai gizi SIKA. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian intervensional/ eksperimental. Sampel dalam penelitian ini adalah sagu singkong ikan tuna sirip kuning yang dibuat dari bahan dasar singkong dan ikan tuna sirip kuning yang diperoleh dari Pasar Bastiong di Ternate. Hasil penelitian dilakukan pengujian secara simplo dan duplo yang menunjukkan hasil uji kandungan karbohidrat pada sagu ikan formula A1; 60,83 dan 61,26, A2;56,77 dan 57,30, A3;51,48 dan 50,33. Hasil ujia Protein A1; 14,87 dan 14,25. A2; 16,45 dan 16,11. A3; 15,52 dan 16,11 serta hasil uji lemak pada produk SIKA adalah A1; 8,52 dan 8,55, A2; 16,16 dan 16,21, A3; 18,99 dan 19,32. Disimpulkan bahwa hasil pengujian analisis kandungan gizi dengan formula A1 energi dari karbohidrat lebih tinggi dibandingan dengan formula A 2 dan A 3 dikarenakan perbedaan komposisi dari ketiga formula. Untuk nilai gizi protein menunjukkan hasil uji produk SIKA pada formula A2 dan formula A3 pengujian kedua memiliki kandunga nilai gizi protein lebih besar dibandingkan dengan formula A1 dan formula A2 pengujian pertama, sedangkan nilai gizi lemak pada formula A3 SIKA memiliki kandungan nilai gizi lebih besar diabndingkan dengan formula A1 dan A2.