Asupan Vitamin D Menggunakan Food Recall dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire
Abstract
Latar Belakang: Indonesia merupakan negara tropis dengan paparan sinar matahari yang melimpah, namun prevalensi defisiensi vitamin D masih sering dijumpai, termasuk di kalangan mahasiswa. Mahasiswa cenderung memiliki pola makan yang kurang beragam dan banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan, sehingga berisiko mengalami kekurangan vitamin D. Selain itu, belum banyak penelitian yang membandingkan asupan vitamin D dengan dua instrumen penilaian gizi, yaitu Food Recall 3 × 24 jam dan SQ-FFQ. Tujuan: Mengetahui asupan vitamin D pada mahasiswa dan membandingkan asupan vitamin D pada mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu menggunakan instrumen Food Recall 3 × 24 jam dan SQ-FFQ. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu pada Februari–April 2025, sampel dalam penelitian sebanyak 150 responden yang dilakukan dengan mewawancarai secara langsung menggunakan instrumen Food Recall 3 x 24 jam dan SQ-FFQ dan diolah menggunakan aplikasi SPSS dengan uji T-Test Independent. Hasil: Rata-rata asupan vitamin D berdasarkan Food Recall 3 × 24 jam adalah 1.51 ± 1.25 mcg/hari, sedangkan berdasarkan SQ-FFQ sebesar 0.51 ± 0.89 mcg/hari. Sumber utama vitamin D yang paling sering dikonsumsi menurut Food Recall adalah daging dan produk olahan, ikan, serta telur, sementara menurut SQ-FFQ adalah ikan, susu dan produk olahan, serta telur. Hasil uji Independent Sample T-Test didapatkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), di mana metode Food Recall memberikan estimasi asupan vitamin D lebih tinggi dibandingkan SQ-FFQ. Kesimpulan: Asupan vitamin D mahasiswa masih tergolong rendah menggunakan kedua instrumen jika dibandingkan dengan AKG yaitu sebesar 15 mcg/hari.