Tingkat Perilaku Orang Tua pada Kejadian ISPA Balita di Wilayah Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu Tahun 2025
Abstract
Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan utama pada balita yang kejadiannya dipengaruhi oleh perilaku orang tua, khususnya kebiasaan merokok di dalam rumah dan pengelolaan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku orang tua pada kejadian ISPA anak balita di wilayah kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu Tahun 2025. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan 45 orang tua balita penderita ISPA yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur karakteristik responden, status merokok, dan skor tingkat perilaku pencegahan ISPA dengan sistem kategorisasi (baik, cukup, kurang). Analisis data menggunakan analisis univariat distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat perilaku pencegahan kategori cukup yaitu 22 orang (48,9%), kategori kurang 14 orang (31,1%), dan kategori baik hanya 9 orang (20,0%). Rendahnya capaian perilaku baik ini didominasi oleh tingginya status orang tua perokok aktif di dalam rumah yaitu sebesar 30 responden (66,7%). Kebiasaan merokok dalam rumah dan keterbatasan ventilasi fisik menjadi faktor risiko utama pemicu kejadian ISPA balita. Kesimpulan: Tingkat perilaku orang tua terkait kejadian ISPA balita sebagian besar berada pada kategori cukup (48,9%). Kebiasaan merokok domestik dan sanitasi udara yang buruk menjadi kontributor utama rendahnya perilaku pencegahan, sehingga diperlukan intervensi edukasi terstruktur dari puskesmas.