Pengaruh Lama Penyimpanan Ekstrak Kulit Jeruk, Bonggol Pisang Dan Belimbing Wuluh Terhadap Daya Hambat Bakteri (Staphylococcus aureus )

Demes Nurmayanti(1), Wulan Retno Widyanti(2), Marlik Marlik(3), Rachmaniyah Rachmaniyah(4), Uswatul Choiriyah(5)
(1) Poltekkes Kemenkes Surabaya, Indonesia ,
(2) Poltekkes Kemenkes Surabaya, Indonesia,
(3) Poltekkes Kemenkes Surabaya, Indonesia,
(4) Poltekkes Kemenkes Surabaya, Indonesia,
(5) Poltekkes Kemenkes Surabaya, Indonesia

Abstract

Latar Belakang : Volume sampah yang dihasilkan di Indonesia telah mencapai 19,45 juta ton sepanjang tahun 2022. Sampah tersebut terdiri dari sampah organik dan anorganik yang dapat mencemari lingkungan, sampah organik antara lain kulit jeruk, bonggol pisang, dan belimbing wuluh kaya antibakteri flavonoid dan belum banyak dimanfaatkan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh lama penyimpanan ekstrak terhadap daya hambat Staphylococcus aureus . Metode : Jenis penelitian true experiment dengan rancangan posttest only control group. Ekstrak kulit jeruk, bonggol pisang, dan belimbing wuluh pada konsentrasi 75% diekstraksi dengan pelarut etanol 70% dan diuji kandungan flavonoid serta daya hambat bakterinya. Pengujian menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi waktu simpan 7, 14, dan 21 hari pada suhu ruang 25–35°C dan kelembaban 30–60% dengan tiga kali replikasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Two Way ANOVA dan post hoc Tukey. Hasil : Kandungan flavonoid pada ekstrak kulit jeruk, bonggol pisang, dan belimbing wuluh berturut-turut sebesar 1,42%, 1,01%, dan 2,23%. Hasil uji daya hambat menunjukkan bahwa ketiga ekstrak mencapai efektivitas terbesar pada penyimpanan hari ke-7, kemudian mengalami penurunan signifikan pada hari ke-14, dan cenderung stabil hingga hari ke-21. Berdasarkan uji Two Way ANOVA, jenis ekstrak, lama penyimpanan, serta interaksi keduanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap diameter zona hambat bakteri Staphylococcus aureus  (p < 0,05).


Kesimpulan : Uji statistik menunjukkan lama penyimpanan dan jenis ekstrak berpengaruh terhadap daya hambat bakteri, ada perbedaan daya hambat ekstrak kulit jeruk, belimbing wuluh dan bonggol pisang, dan ada perbedaan daya hambat penyimpanan hari ke 7-14 (p < 0,05), tidak ada perbedaan daya hambat hari ke 14-21 (p > 0,05)

Full text article

Generated from XML file

Authors

Demes Nurmayanti
Wulan Retno Widyanti
[email protected] (Primary Contact)
Marlik Marlik
Rachmaniyah Rachmaniyah
Uswatul Choiriyah
Copyright and license info is not available

Article Details