Potensi Ekstrak Kunyit (Curcuma Domestica Val) Sebagai Alternatif Pewarnaan Metode Kato-Katz
Abstract
Latar Belakang: Infeksi Soil Transmitted Helminth memerlukan diagnosis akurat melalui metode Kato-Katz. Namun, zat warna standar malachite green memiliki risiko kesehatan serius karena bersifat karsinogenik dan mutagenik bagi praktisi laboratorium. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai alternatif pewarna alami yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam metode Kato-Katz. Metode: Studi eksperimental ini membandingkan efektivitas ekstrak kunyit terhadap malachite green pada sampel feses positif STH dengan 16 replikasi per kelompok. Analisis data mencakup evaluasi kualitas visual, klasifikasi intensitas infeksi, dan kuantifikasi jumlah telur menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Hasil Penelitian: Malachite green memberikan kualitas visualisasi 100% kategori baik, sementara ekstrak kunyit menghasilkan 75% kategori baik dan 25% sedang karena pigmen kurkumin. Meskipun terdapat perbedaan visual, kedua metode menghasilkan klasifikasi intensitas infeksi yang identik, yaitu 56,3% infeksi ringan dan 43,8% infeksi sedang. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam jumlah telur cacing yang terdeteksi antara kedua kelompok (p = 0,940). Kesimpulan: Ekstrak kunyit merupakan solusi diagnostik yang valid, andal, dan berkelanjutan. Penggunaannya menjamin keselamatan kerja, mendukung efisiensi ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya lokal, serta ramah lingkungan karena limbahnya mudah terurai