Tingkat Kecemasan Pada Siswa Yang Mengalami Bullying: Kajian Di Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Abstract
Latar Belakang Bullying bisa terjadi dalam bentuk fisik, psikologis, atau sosial, dan sering kali terjadi di sekolah, tempat berkumpul, atau bahkan di media sosial. Remaja perempuan mengalami bullying verbal seperti ejekan atau sindiran akibat kesalahpahaman, sementara remaja laki-laki sering kali menjadi sasaran bullying fisik, seperti pukulan. Situasi ini menyebabkan kecemasan, terutama ketika mereka bertemu dengan orang lain. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 39,4% siswa yang mengalami bullying cenderung menghindari situasi sosial yang dapat menekan siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan korban bullying dengan kecemasan pada siswa kelas VIII SMP. Metode Desain pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, Data di analisis menggunakan analisis statistik yaitu chi-square, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 227 siswa. Hasil Penelitian Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu uji chi-square. Hasil pada penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara korban bullying dengan kecemasan dengan nilai p-value sebesar 0,033. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara korban bullying dengan kecemasan pada siswa.