Ketetapan Pengukuran Kadar Glukosa Dalam Serum dan Darah Kapiler
Abstract
Pemeriksaan glukosa menjadi salah satu indikator dalam melihat status kesehatan dan untuk memantau kadar glukosa pada penderita DM. Pemeriksaan glukosa bertujuan untuk membantu dalam menegakkan diagnosa dengan spesimen yang digunakan dapat berupa whole blood (darah lengkap ) yang berasal dari darah vena atau kapiler, dan serum dengan alat pemeriksaan yang digunakan dapat berupa alat POCT (Point of Care Test) ataupun alat Chemical Analyzer dengan metode pemeriksaan GOD-PAP. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observational analitik pendekatan cross-sectional. Jumlah subjek penelitian sebanyak 31 dengan sampel 93. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar glukosa darah sewaktu (GDS) yang diperiksa dengan Analyzer pada bahan pemeriksaan serum sebesar 83.067 mg/dL, rata-rata kadar GDS yang diperiksa dari serum diperiksa dengan POCT sebesar 104,193 mg/dL, dan rata-rata kadar GDS yang diperiksa dari sampel kapiler menggunakan POCT sebesar 101,709 mg/dL selanjutnya data dianalisis dengan menggunan Uji Repeated Anova dengan hasil uji Sig sebesar 0,000 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara kadar glukosa darah sewaktu yang diperiksa dengan menggunakan chemical analyzer dan POCT menggunakan serum dan kadar GDS dari kapiler yang diperiksa dengan POCT. Kesimpulannya, kadar GDS dari sampel serum yang diperiksa dengan mengggunakan POCT lebih tinggi daripada kadar GDS yang diperiksa dengan alat Chemical analyzer.