Hubungan Asupan Makanan Sumber Protein dan Vitamin C dengan Proses Penyembuhan Luka Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Diabetes Center Kota Ternate

Authors

  • nur m ali

DOI:

https://doi.org/10.32763/juke.v13i2.268

Keywords:

Vitamin C, Diabetes, Protein

Abstract

Diabetes Melitus merupakan kelainan metabolik yang juga dikenal sebagai penyakit gula atau kencing manis, suatu kondisi yang ditandai dengan hiperglikemia atau terhadinya peningkatan kadar gula darah yang berlangsung secara terus – menerus terutama setelah makan karena kekurangan insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas atau ketidakmampuan beberapa sel untuk menggunakan insulin. Kota Ternate merupakan Kota dengan prevalensi diabetesi terbesar dibandingkan 9 Kabupaten/Kota di Maluku Utara yaitu 2,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan makanan sumber protein dan vitamin C dengan penyembuhan luka pasien DM tipe 2. Jenis penelitian noneksperimen dengan desain korelasional (Corelation Research). Hasil yang diperoleh bahwa Jumlah asupan protein tertinggi responden berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan rendah adalah asupan lebih yaitu hanya 1 orang (3,3%). Asupan vitamin C tertinggi pada kategori kurang yaitu sebanyak 18 orang (60.%) dan jumlah terendah adalah sebanyak 12 orang (40%). jenis protein yang banyak di konsumsi adalah jenis asupan protein hewani yaitu sebanyak 29 orang (96,7%) dan hanya 1 orang (3,3%) yang mengkonsumsi jenis protein nabati. Asupan Jenis Vitamin C terbanyak adalah sayur dan buah yaitu sebanyak 14 orang (46,7%), sedangkan yang paling rendah adalah responden mengkonsumsi buah sebanyak 6 orang (20%). Dapat disimpulkan bahwa Tidak Ada hubungan antara asupan protein, jenis protein, asupan vitamin C dan jenis vitamin C dengan penyembuhan luka pasien DM tipe 2 di Diabetes Center Kota Ternate

References

Alimul, Hidayat A.A. (2008). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.

Almatsier, Sunita, (2009), Prinsip Dasar Ilmu Gizi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Beck, Mary E, (2011), Ilmu Gizi dan Diet Hubungannya dengan Penyakit-penyakit untuk perawat dan dokter, Yayasan Essentia Medica (YEM), Yogyakarta

Dalimartha, S dan Adrian, F. 2011. Khasiat Buah dan Sayur. Jakarta: Penebar Swadaya.

Effendi, AT, Waspadji, S, (2011), Terapi Gizi Medik Aspek Biomolekuler Diabetes Melitus II, FKUI Jakarta

Ekaputra Erfandi. (2013). Evolusi Manajemen Luka. Jakarta: Trans Info Media

Gibney, Michael J. Margaretts, Barrie M. Kearney, John M. and Lenore Arab.eds, (2009) Gizi Kesehatan Masyarakat, EGC Jakarta

Hariani, L., & Perdana kusuma, D. (2010). Perawatan Ulkus Diabetes. Spesialis

Ilmu Bedah Plastik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga /

RSUD Dr. Soetomo Surbaya.

Hayyu Felianingrum, Kusdalinah, and Betty Yosephin. (2017). The Influence Of Vitamin C Intake And Physical Activity To Blood Glucose

Level In Diabetes Mellitus Type Ii Patient. International Journal of Innovation and Applied Studies ISSN 2028-9324 Vol. 21 No. 2 Sep

Kementerian Kesehatan RI (2014), Pedoman Gizi Seimbang

Maksum Ali. (2012). Metodologi Penelitian dalam Olahraga. Surabaya: Unesa University Press

PERKENI (2015). (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus di Indonesia.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Provinsi Malutu Utara.

Setiawan Dalimartha dan Felix adrian, (2011), khasiat buah dan sayur, penebar wadaya, jakarta

Sugiyono, (2009), Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta.

Syahbudin S. (2009), Pengaturan makan dan pengendalian glukosa darah, Pedoman Diet Diabetes Mellitus, sebagai panduan bagi dietisen/ahli gizi, dokter, mahasiswa dan petugas kesehatan lain, edisi ke 2, FKUI, Jakarta

Tjokroprawiro Askandar, (2011). Hidup Sehat dan Bahagia bersama Diabetes Melitus. PT Gramedia Pustaka Utama, jakarta.

Yuanita A. Langi (2011), Penatalaksanaan Ulkus Kaki Diabetes Secara Terpadu, Jurnal Biomedik, Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Volume 3, Nomor 2, Juli 2011

Waspadji Sarwono, sukardji dan octarina Meida, (2010). Pedoman Diet Diabetes Melitus. Fakultas kedokteran Universitas indonesia (FKUI), jakarta.

WHO. (2016). Ambient air pollution: A global assesment of exposure and burden disease. In inis communication (Ed.), WHO Library catalouging in publication data. switzerland: PHE, WHO.

Published

2020-11-30

How to Cite

m ali, nur. (2020). Hubungan Asupan Makanan Sumber Protein dan Vitamin C dengan Proses Penyembuhan Luka Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Diabetes Center Kota Ternate. Jurnal Kesehatan, 13(2), 109-112. https://doi.org/10.32763/juke.v13i2.268