Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di SMAN 110 Jakarta

Authors

  • Tyas Ayu Desiana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Keywords:

Behavior, Reproductive Health, Adolescent

Abstract

Menurut WHO remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 sampai dengan 19 tahun. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan hormonal pada remaja mengakibatkan munculnya permasalahan salah satunya adalah risiko-risiko kesehatan reproduksi, seperti penyakit menular seksual (PMS), HIV/AIDS dan kehamilan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja di SMAN 110 Jakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS yang berjumlah 144 orang. Jumlah responden 116 orang dan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan 42,2% responden berperilaku berisiko terkait kesehatan reproduksi. Faktor predisposing yang berhubungan signifikan secara statistic dengan perilaku kesehatan reproduksi adalah pengetahuan tentang kesehatan reproduksi (p=0,045) dan sikap (p=0,032). Faktor enabling yang berhubungan signifikan secara statistik dengan perilaku kesehatan reproduksi adalah pelayanan kesehatan (p=0,031). Faktor reinforcing yang berhubungan signifikan secara statistik dengan perilaku kesehatan reproduksi adalah komunikasi orang tua (p=0,036). Para remaja diharapkan memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi, cara untuk melindungi dirinya terhadap masalah seksual atau reproduksi dan penyakit sehingga timbul sikap dan perilaku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi

References

Afrima, A., Ismail, D., & Emilia, O. (2011). Akseptabilitas dan Pemanfaatan Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja pada Siswa Sekolah Menengah Umum. Berita Kedokteran Masyarakat, 27(3), 160– 168.

Aritonang, T. R. (2015). Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja Usia (5- 17) Di SMK Yadika 13 Tambun, Bekasi. Jurnal Ilmiah Widya, 3(2), 61– 67.

Bulahari, S. N., Korah, H. B., & Lontaan, A. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN), 3(2), 15–20.

Debbiyantina. (2016). Hubungan Promosi Kesehatan Reproduksi Terhadap Faktor Risiko Perilaku Seksual Remaja Di SMA 63 Jakarta Selatan Tahun 2015. Jurnal Ilmiah Bidan, 1(2), 1–7.

Grossman, J., Jenkins, L., Richer, A., Grossman, J. M., Jenkins, L. J., & Richer, A. M. (2018). Parents’ Perspectives on Family Sexuality Communication from Middle School to High School. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(1), 107.

Irawati, Nyorong, M., & Riskiyani, S. (2013). Studi Akses terhadap Media Kesehatan Reproduksi pada Kalangan Remaja di SMA Negeri 9 Bulukumba Kabupaten Bulukumba.

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Modul pelatihan pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) bagi tenaga kesehatan (p. 188). p. 188.

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Perkembangan Situasi HIVAIDS di Indonesia. Retrieved from https://siha.depkes.go.id/portal/files_u pload/Laporan_HIV_TW_II_20192.pdf

Maolinda, Nisa, Sriati, A., & Maryati, I. (2012). Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Siswa terhadap Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMAN 1 Margahayu. Students E-Journal, 1(1), 28.
Masfiah, S., Shaluhiyah, Z., & Suryoputro, A. (2013). Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) Dalam Kurikulum SMA Dan Pengetahuan & Sikap Kesehatan Reproduksi Siswa. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 8(1), 69–78.

Meilan, N., Maryanah, & Follona, W. (2018). Kesehatan Reproduksi Remaja: Implementasi PKPR dalam Teman Sebaya. Miswanto. (2014). Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Pada Remaja. Jurnal Studi Pemuda, 3(2), 111–121.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan (3rd ed.). Jakarta: Rineka Cipta.

Rosdarni, Dasuki, D., & Waluyo, S. D. (2014). Pengaruh Faktor Personal terhadap Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 9(3).

Sirupa, T., Wantania, J., & Suparman, E. (2016). Pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi. Jurnal E-Clinic (e-Cl), 4(2).

Umaroh, A. K., Kusumawati, Y., & Kasjono, H. S. (2017). Hubungan Antara Faktor Internal Dan Faktor Eksternal Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(1), 65.

UNAIDS. (2018). UNAIDS Data 2018. Retrieved from http://www.unaids.org/sites/default/fil es/media_asset/unaids-data- 2018_en.pdf

Utomo, I. D., McDonald, P., & Hull, T. (2012). Improving Reproductive Health Education in the Indonesian National Curriculum. In Gender and Reproductive Health Study Policy Brief No. 2. Canberra: Australian National 61

Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate, 13 (1), 2020, Pages 53 – 61 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI SMAN 110 JAKARTA University. Wanufika, I.,

Sumarni, S., & Ismail, D. (2017). Komunikasi Orang Tua Tentang Seksualitas Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(10), 495.

WHO. (2016). World Health Statistics 2016: Monitoring Health for the SDGs Sustainable. Wong, L. P. (2012). An exploration of knowledge, attitudes and behaviours of young multiethnic Muslim-majority society in Malaysia in relation to reproductive and premarital sexual practices. BMC Public Health, 12(1), 865.

Published

2020-03-03