PENGARUH PELATIHAN KONSELOR SEBAYA TERHADAP PENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS, NAPZA DAN SEKS PRANIKAH DI KELURAHAN TOBOLEU KOTA TERNATE

  • Sari Prihatin Poltekkes Kemenkes Ternate

Abstract

Masa remaja merupakan masa terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik, psikologis dan sosial. Pola karakteristik ini menyebabkan remaja suka mencoba hal-hal baru untuk mencari jati diri tetapi kurang mempertimbangkan dampaknya. Perilaku beresiko yang terjadi pada remaja seperti Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Penyalahgunaan NAPZA dan Seks Pranikah. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) menitikberatkan pemberian informasi dan edukasi, konseling, pendidikan keterampilan hidup sehat dan pelatihan Peer Counselor/ Konselor Sebaya. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah Pre-Experimental Design dengan pendekatan  one-group pre-test post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengikuti pelatihan konselor sebaya terbanyak pada umur 18 tahun (53,3 %) dan terbanyak diikuti oleh perempuan yaitu 22 orang (73,3 %), terdapat peningkatan pengetahuan remaja yang dibuktikan dengan terdapatnya nilai post test 26 responden lebih tinggi dari nilai pre test, nilai rata-rata 13,50. Hasil uji statistic Wilcoxon Signed Rank Test, nilai p = 0,000 < α  = 0,05 ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan konselor sebaya terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS, NAPZA dan Seks Pranikah di Kel. Toboleu Kec. Kota Ternate Utara.

References

BKKBN Direktorat Bina Ketahanan Remaja. (2013). Kurikulum Diklat Teknis Pengelolaan PIK Remaja/Mahasiswa bagi Pengelola, Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya PIK Remaja/Mahasiswa. Jakarta.
BKKBN Direktorat Bina Ketahanan Remaja. (2013). Panduan Penggunaan GenRe KIT. Jakarta.
Badan Pusat Statistik, (2017). Kecamatan Ternate Utara Dalam Angka 2017. , pp.1–69.
Darmayanti Y, Yuniar L, M.R., (2011). Peran Teman Sebaya Terhadap Perilaku Seksual Pra Nikah Siswa Slta Kota Bukittinggi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol 6 No 1(September 2011), pp.24–27.
Kartika N.F & Farida H. (2008). Konseling Remaja untuk Meningkatkan Efikasi Diri Remaja Terhadap Perilaku Beresiko. Pp 1-15
Kemenkes RI. (2010). Pedoman Nasional Manajemen Program HIV dan AIDS, Jakarta.
Kemenkes RI Direktorat Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. (2011). Modul Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Bagi Tenaga Kesehatan. Jakarta.

Kemenkes RI Direktorat Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. (2011). Teknik Konseling Kesehatan Remaja Bagi Tenaga Kesehatan. Jakarta.
Kemenkes RI Direktorat Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. (2011) Kurikulum Pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja. Jakarta.
Rahayu N, Yusad Y, L.R.., (2013). Pengaruh Kegiatan Penyuluhan Dalam Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Seks Pranikah Di Sman 1 Lubuk Dalam Kabupaten Siak Sri Indra Pura Tahun 2013. Artikel Penelitian, pp.1–8.
Sri R.D.H & Tinah., (2010). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Reproduksi dengan Perilaku Seks Pranikah di Konveksi Desa Jabung Kec. Plupuh. Jurnal Kebidanan, Vol.II, No.02, Desember 2010, Pp 28-39
Published
2018-12-26
How to Cite
PRIHATIN, Sari. PENGARUH PELATIHAN KONSELOR SEBAYA TERHADAP PENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS, NAPZA DAN SEKS PRANIKAH DI KELURAHAN TOBOLEU KOTA TERNATE. Jurnal Kesehatan, [S.l.], v. 11, n. 2, p. 109-114, dec. 2018. ISSN 2597-7520. Available at: <http://ejournal.poltekkesternate.ac.id/ojs/index.php/juke/article/view/117>. Date accessed: 21 nov. 2019.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.